Sunday, 8 July 2012

1910


Apakabar kereta yang terkapar di senin pagi
Di gerbongmu ratusan orang yang mati
Hancurkan mimpi bawa kisah
Air mata… air mata…

Belum usai peluit belum habis putaran roda
Aku dengar jerit dari Bintaro
Satu lagi catatan sejarah
Air mata… air mata…

Berdarahkan tuan yang duduk di belakang meja
Atau cukup hanya ucapkan belasungkawa
Aku bosan
Lalu terangkat semua beban dipundak
Semudah itukah luka-luka terobati…

Nusantara… tangismu terdengar lagi
Nusantara… derita bila terhenti
Bilakah… bilakah…

Sembilan belas oktober tanah Jakarta berwarna merah
Meninggalkan tanya yang tak terjawab
Bangkai kereta lemparkan amarah
Air mata… air mata…

O o o o o o o o o…
Nusantara langitmu saksi kelabu
Nusantara terdengar lagi tangismu
Ho . . . . ho . . . . . ho . . . .
Nusantara kau simpan kisah kereta
Nusantara kabarkan marah sang duka

Saudaraku pergilah dengan tenang
Sebab luka sudah tak lagi panjang

Baca Juga Yang Ini Sob:

Artikel Terkait

Komentar Facebook
0 Komentar Blogger

0 comments: