Dari gunung ke gunung
Menembus kabut kembali ke jurang
Melewati hutan pinus, melewati jalan setapak
Mendengarkan gesekan daun dan burung-burung
Menikmati aroma tanah dan segarnya udara
Jauh dari kebingungan sehari-hari
Aku dapat lepas teriak
Aku dapat bebas bergerak
Sambil menghangatkan tubuh pada api unggun
Lalu bersyukur atas semua ini
Ternyata masih ada tempat untuk kita berbicara
Walau lewat mata
Senangnya hati tak bisa aku gambarkan
Apabila pagi datang menjelang
Dingin nya menembus tenda daging dan tulang
Perlahan tapi pasti mulai menghilang
Kita menari menyanyi sesuka hati
Lidah sang api memanggil-manggil ILLAHI
ALLAH MAHA BESAR... ALLAH YANG TERBESAR
Dalam lingkaran diatas rumput yang damai
Mencari diri merambah sampai ke akar
Kalau berjumpa seringkali mengingatkan
Bagaikan cermin jernih yang tak ternoda
Kasihku.. ooo...
Bila saja kau disampingku
Kasihku... ooo...
Bila saja kau didekatku
Pasti akan kupeluk kamu
Dan kuucapkan
Selamat pagi sayang
Monday, 9 July 2012
^O^
Posted by andika jaka 0 comments
Labels: lirik iwan fals
Pesawat Tempurku
Waktu kau lewat aku sedang mainkan gitar
Sebuah lagu yang kunyanyikan tentang dirimu
Seperti kemarin kamu hanya lemparkan senyum
Lalu pergi begitu saja bagai pesawat tempur
Hey … !!! kau yang manis singgahlah dan ikut bernyanyi
Sebentar saja nona sebentar saja hanya sebentar
Rayuan mautku tak membuat kau jadi galak
Bagai seorang diplomat ulung engkau mengelak
Kalau saja aku bukanlah penganggur sudah kupacari kau
Jangan bilang tidak bilang saja iya ……………..
Iya lebih baik daripada kau menangis ……………..
Reff :
Penguasa …!!!Penguasa …!!! berilah hambamu uang
Beri hamba uang …!!! beri hamba uang …!!!
Oh Ya … andaikata dunia tak punya tentara
Tentu tak ada perang yang banyak makan biaya
Oh ya … andaikata dana perang buat diriku
Tantu kau mau singgah bukan cuma tersenyum
Kalau hanya senyum yang engkau berikan
Westerling pun tersenyum
Oh … singgahlah sayang, pesawat tempurku
Mendarat mulus didalam sanubariku
Posted by andika jaka 0 comments
Labels: lirik iwan fals
Senandung Lirih
Kau wanita terindah
Yang pernah ku taklukan
Kau kenapa kau pergi
Kenapa kau pergi
Kau wanita terhebat
Yang pernah memelukku
Kau kenapa kau pergi
Kenapa kau pergi
Helai udara di sekitarku
Senandung lirih namamu
Tiap sudut kota
Yang kudatangi
Senandung lirih namamu
Kau wanita termegah
Yang pernah kudapatkan
Kau kemana kau pergi
Kemana kau pergi
Smoga kau temukan
Apa yang kau cari
Yang tak kau dapatkan dari aku (2x)
Helai udara disekitarku
Senandung lirih namamu
Kemanapun kau akan melangkah
Aku yang selalu mengenangmu (2x)
Posted by andika jaka 0 comments
Labels: lirik iwan fals
Ancur
Namamu slalu kubisiki, dalam tidurku
Dalam mimpiku, setiap malam
Hangat tubuhmu, melekat dikulitku
Beribu peluk beribu cium kita lalui
Tapi kau kabur
Dengan duda anak 3 pilihan ibumu
Hatiku hancur
Berserakan, berhamburan kayak jeroannya binatang
Reff:
Ya……. Sudahlah
kumenangis seadanya sekuat tenaga
ya… sudah…lah…
kau memang setan alas nggak punya perasaan
Ancur……
Doaku diakad nikahmu
Smoga siduda diracun orang
Biar cepet mampus
Posted by andika jaka 0 comments
Labels: lirik iwan fals
Ijinkan Aku Menyayangimu
Andai kau ijinkan
walau sekejap memandang
kubuktikan kepadamu
aku meiliki rasa
Cinta yang kupendam
tak sempat aku nyatakan
karena kau telah memilih
menutup pintu hatimu
Ijinkan aku membuktikan
inilah kesungguhan rasa
ijinkan aku menyayangimu
Sayangku oh
dengarkanlah isi hatiku
cintaku oh
dengarkanlah isi hatiku
Bila cinta tak mungkin menyatukan kita
bila kita tak mungkin bersama
aku tetap menyayangimu
aku sayang padamu
Posted by andika jaka 0 comments
Labels: lirik iwan fals
Ibu
Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah… penuh nanah
Seperti udara… kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas…ibu…ibu
Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas…ibu…ibu…
Posted by andika jaka 0 comments
Labels: lirik iwan fals
Bento
Namaku Bento, rumah real estate
Mobilku banyak, harta melimpah
Orang memanggilku, bos eksekutif
Tokoh papan atas, atas sgalanya, asik!
Wajahku ganteng, banyak simpanan
Sekali lirik, oh bisa jalan
Bisnisku menjagal, jagal apa saja
yang penting aku senang, aku menang
Persetan orang susah, karena aku
Yang penting asik, sekali lagi, asik!
Obral soal moral, omong keadilan, sarapan pagiku
Aksi tipu-tipu, lobi dan upeti, woo jagonya
Maling kelas teri, bandit kelas coro, itu kantong sampah
Siapa yang mau berguru, datang padaku, sebut 3 kali namaku
Bento bento bento.. asik..
Posted by andika jaka 0 comments
Labels: lirik iwan fals
Coretan Dinding
Coretan di dinding membuat resah
Resah hati pencoret mungkin ingin tampil
Tepi lebih resah pembaca coretannya
Sebab coretan di dinding
Adalah pemberontakan Kucing hitam yang terpojok di tiap tempat sampah
Ditiap kota . . . . . . . .
Cakarnya siap dengan kuku-kuku tajam
Matanya menyala mengawasi gerak musuhnya
Musuhnya adalah penindas
Yang menganggap remeh coretan dinding kota
Coretan dinding terpojok di tempat sampah
Kucing hitam dan penindas sama-sama resah
Posted by andika jaka 0 comments
Labels: lirik iwan fals
Aku Di Sini
Mengantuk perempuan setengah baya
Di bak terbuka mobil sayuran
Jam tiga pagi itu
Tangannya terangkat saat sorot lampu
Mobilku menyilaukan matanya
Aku ingat ibuku . . . . . . .
Aku ingat istri dan anak perempuanku
Separo jalan menuju rumah
Sa’at lampu menyala merah
Di depan terminal bis kota
Yang masih sepi
Aku melihat seorang pelacur
Tertidur mungkin letih atau mabuk
Aku ingat ibuku . . . . . . . .
Aku ingat istri dan anak perempuanku
Di bawah temaram sinar merkuri
Bocah telanjang dada bermain bola
Oh . . . . . . . . . . pagi yang gelap
Kau sudutkan aku
Suara kaset dalam mobil aku matikan
Jendela kubuka
Angin pagi dan nyanyian sekelompok
Anak muda mengusik ingatanku
Aku ingat mimpiku
Aku ingat harapan yang semakin hari
Semakin panjang tak berujung
Perempuan setengah baya
Pelacur yang tertidur
Bocah-bocah bermain bola
Anak muda yang bernyanyi
Sebentar lagi ayam jantan kabarkan pagi
Hari-harimu menagih janji
Aku disini . . . . . . ya . . . aku disini
Ingat ibu istri dan anak- anakku
Posted by andika jaka 0 comments
Labels: lirik iwan fals
Ya Atau Tidak
Bicaralah nona, jangan membisu
Walau s’patah kata tentu kudengar
Tambah senyum sedikit apa sih susahnya
Malah semakin manis semanis tebu
Engkau tau isi hatiku
Semuanya sudah aku katakan
Ganti kamu jawab tanyaku
Ya atau tidak itu saja
Bila hanya diam aku tak tahu
Batu juga diam, kau kan bukan batu
Aku tak cinta pada batu
Yang aku cinta hanya kamu
Jawab nona dengan bibirmu
Ya atau tidak itu saja
Tak aku pungkiri aku suka wanita
Sebab aku laki-laki masa suka pria
Kau kuraslah isi dadaku
Aku yakin ada kamu di situ
Jangan diam bicaralah
Ya atau tidak itu saja
Posted by andika jaka 0 comments
Labels: lirik iwan fals
Frustrasi
Generasiku banyak yang frustrasi
Broken home istilah bule-bule luar neg’ri
Mereka muak,
lihat papi mami bertengkar
Mereka jijik,
lihat papi mami selalu ke luar
Ada urusan yang tak masuk di akal
Mami sibuk cari bujangan
Papi sibuk cari perawan
Timbang kesal
Lebih baik aku berkhayal
Jadi orang besar
Seperti Hitler yang tenar
Jadi orang tenar
persis Carter juragan kacang……
Mata cekung
Badan persis capung
Tingkah sedikit bingun
Pikiran mirip-mirip
orang linglung
Rambut selalu kusut
Disuruh selalu manggut-manggut
Duduk di sudut
Hai, kasihan itu tubuh
Tinggal tulang sama kentut
Hai, mister gele
lu tega mata gua kok nggak bisa melek
Hai, mister gele
Duit gope gua kira cepe
Hai, mister gele……
Perut laper ada tape
Pas gua sikat asem-asem
Nggak taunya tele
Posted by andika jaka 0 comments
Labels: lirik iwan fals
Buku Ini Aku Pinjam
Dikantin depan kelasku disana kenal dirimu
Yang kini tersimpan dihati jalani kisah sembunyi
Dihalte itu kutunggu senyum manismu kekasih
Usai dentang bel sekolah kita nikmati yang ada
Seperti hari yang lain
Kau senyum tersipu malu
Ketika ku sapa engkau
Genggamlah jari… Genggamlah hati… ini
Memang usia kita muda namun cinta soal hati
Biar mereka bicara telinga kita terkunci
Dia tahu… dia rasa…
Maka tersenyumlah kasih…
Tetap langkah… Jangan hentikan…
Cinta ini milik kita… he’eh…
Buku ini aku pinjam kan kutulis sajak indah
Hanya untukmu seorang
Tentang mimpi-mimpi malam
Posted by andika jaka 0 comments
Labels: lirik iwan fals
Potret
Melihat anak-anak kecil berlari-larian
Di perempatan jalan kota-kota besar
Mengejar hari yang belum dimengerti
Sambil bernyanyi riang menyambut resiko
Melihat anak-anak sekolah berkelahi
Di pusat keramaian kota-kota besar
Karena apa tak ada yang mengetahui
Sementara darah yang keluar bertambah banyak
Melihat anak-anak muda di ujung gang
Berkelompok tak ada yang dikerjakan
Selain mengeluh dan memanjakan diri
Hari esok bagaimana besok
Mendengar orang-orang pandai berdiskusi
Tentang kesempatan yang semakin sempit
Tentang kemunafikkan yang kian membelit
Tetapi tetap saja tinggal omongan
Merasa birokrat bersilat lidah
S’perti tukang obat di jalanan
Mencoba meyakinkan rakyat
Bahwa di sini seperti di surga
Tak adakah jalan keluar?
Posted by andika jaka 0 comments
Labels: lirik iwan fals
Belum Ada Judul
Pernah kita sama-sama susah
Terperangkap di dingin malam
Terjerumus dalam lubang jalanan
Di gilas kaki sang waktu yang sombong
Terjerat mimpi yang indah . . . . . lelap
Pernah kita sama-sama rasakan
Panasnya mentari hanguskan hati
Sampai sa’at kita nyaris tak percaya
Bahwa roda nasib memang berputar
Sahabat masih ingatkah . . . . . . . kau
Sementara hari terus berganti
Engkau pergi dengan dendam membara . . .
Di hati . . . . . .
Cukup lama aku jalan sendiri
Tanpa teman yang sanggup mengerti
Hingga sa’at kita jumpa hari ini
Tajamnya matamu tikam jiwaku
Kau tampar bangkitkan aku sobat
Posted by andika jaka 0 comments
Labels: lirik iwan fals
Engkau Tetap Sahabatku
Dia adalah sahabatku bahkan lebih
Dia adalah yang diburu datang padaku
Sekedar lepas lelah dan sembunyi untuk berlari lagi
Dia adalah yang terbuang mengetuk pintuku
Penuh luka dipunggungnya merah hitam
Dia menjadi terbuang setelah harapannya dibuang
Bapaknya pegawai kecil kelas sendal jepit
Yang kini di dalam penjara sebab bela anaknya
Untuk darah daging yang tercinta selesaikan sekolah
Sahabatku gantikan bapaknya coba mencari kerja
Namun yang didapat cemooh harga dirinya berontak
Lalu dia tetapkan hati hancurkan sang pembuang
Air putih aku hidangkan aku dipersimpangan
Aku hitung semua lukanya seribu bahkan lebih sejuta lebih
Pagi buta dia berangkat diam-diam
Masih sempat selimuti aku yang tertidur
Aku terharu do’aku untukmu ooo
Sebutir peluru yang tertinggal dibawah bantalnya
Kuberi tali jadikan kalung lalu ku kenakan
Sekedar mengingatmu kawan yang terus berlari
Selamat jalan kawan selamat renangi air mata
Hey sahabat yang terbuang engkau sahabatku tetap sahabatku
Engkau sahabatku tetap sahabatku…
Posted by andika jaka 0 comments
Labels: lirik iwan fals
Gali Gongli
Lelaki kecil usia belasan
Rokok ditangan depan kedai tuak
Disela gurau tiga temannya
Di atas koran asyik main domino
Di lokalisasi pinggiran kota
Yang nama dosa mungkin tak bicara
Neraka poster indah kamar remang
Engkau lahir lelaki kecil malang
Reff:
Gali gongli bocah karbitan
Besar dari belaian ribuan bapak
Gali gongli anak rembulan
HIdup dari bibir yang Iklankan tubuh mulus ibunya…….
Lelaki kecil usia belasan
Usai berjudi pagi habis subuh
Kembali….ia ditelan sepi
Entah esok apalagi
Hari depan…
Hari depan…
Posted by andika jaka 0 comments
Labels: lirik iwan fals
Entah
Entah mengapa aku tak berdaya
Waktu kau bisikkan, “Jangan aku kau tinggalkan”
Tak tahu di mana ada getar terasa
Waktu kau katakan, “Kubutuh dekat denganmu”
Seperti biasa aku diam tak bicara
Hanya mampu pandangi
Bibir tipismu yang menari
Seperti biasa aku tak sanggup berjanji
Hanya mampu katakan, “Aku cinta kau saat ini”
Entah esok hari
Entah lusa nanti
Entah
Sungguh mati betina
Aku tak mampu beri sayang yang cantik
Seperi kisah cinta di dalam komik
Sungguh mati betina
Buang saja angan angan itu
Lalu cepat peluk aku
Lanjutkan saja langkah kita
rasalah….
rasalah….
Apa yang terasa
Posted by andika jaka 0 comments
Labels: lirik iwan fals
Jangan Bicara
Jangan bicara soal idealisme
Mari bicara berapa banyak uang di kantong kita
Atau berapa dahsyatnya
Ancaman yang membuat kita terpaksa onani
Jangan bicara soal nasionalisme
Mari bicara tentang kita yang lupa warna bendera sendiri
Atau tentang kita yang buat
Bisul tumbuh subur
Di ujung hidung yang memang tak mancung
Jangan perdebatkan soal keadilan
Sebab keadilan bukan untuk diperdebatkan
Jangan cerita soal kemakmuran
Sebab kemakmuran hanya untuk anjing si tuan polan
Lihat di sana… Di urip meratap
Di teras marmer direktur mutat
Lihat di sana… Si icih sedih
Di ranjang empuk waktu majikannya menindih
Lihat di sana…. Parade penganggur
Yang tampak murung di tepi kubur
Lihat di sana……. Antrian pencuri
Yang timbul sebab nasinya dicuri
Jangan bicara soal runtuhnya moral
Mari bicara tentang harga diri yang tak ada arti
Atau tentang tanggung jawab
Yang kini dianggap sepi
Posted by andika jaka 0 comments
Labels: lirik iwan fals
Puing
Puing berserakan di segenap penjuru
Bekas pertempuran
Bau amis darah sisa asap mesinyur
Sesak nafasku
Mayat-mayat bergeletakan
Tak terkubur dengan layak
Dan burung-burung bangkit menatap liar
Dan burung-burung bangkai berdansa senang
Di ujung sana banyak orang kelaparan
Ujung lainnya, wabah busung menyerang
Di sudut sana banyak orang kehilangan
Sudut lainnya bayi bertanya bimbang:
“Mama kapan papah pulang?”
“Mama sebab apa perang?”
Banyak jatuh korban
Dari mereka yang tak mengerti apa-apa
Suara tangis terdengar dari bekas reruntuhan
Seorang ibu muda yang baru melahirkan
Lama meratapi sesosok mayat tubuh suaminya
Dan burung burung bangkai menatap liar
Dan burung-burung bangkai berdansa senang
Tinggi peradaban teknologi berkembang
Senjata hebat terciptakan
Sarana pembantaian semakin bisa diwujudkan
Oh, mengerikan……….
Berhentilah…
Jangan salah gunakan
Kehebatan ilmu pengetahuan untuk menghancurkan
Dan burung burung bangkai menatap liar
Dan burung-burung bangkai berdansa senang
Posted by andika jaka 0 comments
Labels: lirik iwan fals
Tikus – Tikus Kantor
Kisah usang tikus-tikus kantor
Yang suka berenang disungai yang kotor
Kisah usang tikus-tikus berdasi
Yang suka ingkar janji lalu sembunyi
Di balik meja teman sekerja
Di dalam lemari dari baja
Kucing datang cepat ganti muka
Segera menjelma bagai tak tercela
Masa bodoh hilang harga diri
Asal tidak terbukti ah tentu sikat lagi
Tikus-tikus tak kenal kenyang
Rakus-rakus bukan kepalang
Otak tikus memang bukan otak udang
Kucing datang tikus menghilang
Kucing-kucing yang kerjanya molor
Tak ingat tikus kantor datang men-teror
Cerdik licik tikus bertingkah tengik
Mungkin karena sang kucing
Pura-pura mendelik
Tikus tahu sang kucing lapar
Kasih roti jalanpun lancar
Memang sial sang tikus teramat pintar
Atau mungkin sikucing yang kurang ditatar !
Posted by andika jaka 0 comments
Labels: lirik iwan fals
