Proses produksi The Dark : Nature’s Nighttime World oleh BBC, Discovery Channel dan Terra Master dengan lokasi di gua kawasan pedalaman Venezuela Amerika Selatan berhasil menemukan tiga spesies baru.
Salah satu spesies baru yang ditemukan adalah jenis jangkrik. George McGavin, biolog dan presenter di BBC mengungkapkan bahwa spesies tersebut sangat mengagumkan.
“Jangkrik ini mampu berenang di dalam air dan menggunakan kaki depannya sebagai pemacu dan kaki belakangnya untuk menendang ke belakang. Ini sangat mengagumkan,” kata McGavin seperti dikutip BBC, Minggu (5/7/2012).
Sementara, jenis lain yang ditemukan adalah lele gua. Peneliti asal Italia yang ikut serta dalam program ini adalah yang pertama kali menjumpai spesies itu.
Spesies jangkri yang bisa berenang ditemukan dalam penelitian di gua wilayah Venezuela. (Foto: BBC)
McGavin menuturkan, lele itu memiliki ciri khas hewan gua. Warna lele tersebut putih pucat tanpa pigmen serta hanya memiliki mata sederhana. Lele ini menggunakan organ sensorik di kepala yang bukan mata untuk bergerak.
Menurut ilmuwan, nenek moyang lele tersebut hidup jutaan tahun lalu di perairan dimana gua tersebut ada.
“Lele tersebut moyangnya semula mungkin ada di sebuah danau dan tiba-tiba terisolasi di wilayah di bawah tanah ini,” papar McGavin.
Satu lagi spesies yang ditemukan ialah laba-laba penuai.
“Ini adalah hewan aneh dan saya belum pernah melihat makhluk yang serupa ini, saya pikir ini belum dideskripsikan sebelumnya,” papar McGavin. Laba-laba penuai itu tak memiliki mata.
Profesor Quentin Wheeler dari International Institute for Species Exploration di Arizona State University ekosistem gua unik. Populasi di gua hampir tak berinteraksi dengan populasi lain di ekosistem luarnya.
“Kapanpun Anda mendapatkan populasi kecil yang terisolasi, Anda bisa mendapati proses pembentukan spesies yang jauh lebih cepat daripada populasi yang lebih besar yang bereproduksi lebih sering,” kata Wheeler.
Wheeler mengungkapkan, lokasi yang terisolasi adalah hotspot biodiversitas dimana banyak spesies endemik ditemukan. Penelitian di lokasi tersebut berguna untuk kajian genetik sekaligus konservasi.
Menurut Wheeler, lewat penelitian, akan selalu ada spesies baru yang ditemukan walaupun jumlah yang terdeskripsikan hingga saat ini juga sudah banyak. Hal ini menggambarkan betapa kaya ekosistem gua.
Artikel merupakan tulisan ulang perpustakaan.or.id dari materi yang ditulis oleh Yunanto Wiji Utomo di Kompas
Baca Juga Yang Ini Sob:
- Bioplastik Murah Dari Limbah Minyak Goreng
- Gas Metana Sebagai Petunjuk Kehidupan Di Mars
- Ilmuwan Ciptakan Air Kering
- Kristal Es Dibentuk Oleh 275 Molekul Air
- Penemuan Jamur Bercahaya Di Borneo
- 10 Mamalia yang Ditemukan 10 Tahun Terakhir
- Misi Planet Mars Temukan Material Misterius
- 4 Spesies Kelelawar Baru
- Thorium sebagai Sumber Energi Alternatif
- 7 Penemuan Hebat Menghadapi Global Warming
- Situs Pemerintah Museum Kebangkitan Nasional Menjadi Korban Deface Malaysia
- Bioplastik Murah Dari Limbah Minyak Goreng
- Gas Metana Sebagai Petunjuk Kehidupan Di Mars
- Krokodil Drug membuat pecandu menjadi Zombie!!
- Pasukan Hantu Indonesia
- Selamat Hari Blogger Nasional 2012
- Keajaiban Hutan Gitar
- Masa Sejarah Megalitikum di Indonesia
- Ilmuwan Ciptakan Air Kering
- Kristal Es Dibentuk Oleh 275 Molekul Air
- Penemuan Jamur Bercahaya Di Borneo
- Astronom Telisi Radius "Aman" Lubang Hitam
- Fenomena Mata Tuhan di Angkasa
- Jowo Style, Parodi Gangnam Style Versi Jawa
- Ungkap Kebenaran Dibalik G 30 September / PKI
- 5 Game yang tanpa kita sadari telah menghina Islam
- Taukah Anda, Siapa Perancang Lambang Garuda Pancasila?
- Perang Nuklir Zaman Prasejarah?
- Misteri Dunia Yang Paling Fenomenal
- Ramalan dan Prediksi Mengerikan Tentang Indonesia
- Pasar Paling Berbahaya Di Dunia!
- Ilmuwan Indonesia Kembangkan Pesawat Tanpa Awak Terbesar Di Asia
- 10 Mamalia yang Ditemukan 10 Tahun Terakhir
- Misi Planet Mars Temukan Material Misterius